Free Essay

Kerangka Konseptual

In: Business and Management

Submitted By vrizz
Words 269
Pages 2
12/19/2012

Sistem yang koheren

•Sifat •Fungsi •batasan

Akuntansi keuangan dan laporan keuangan

Dibagi menjadi 3 level: 1. Level tujuan dasar 2. Level karakteristik kualitatif dari sistem informasi dan definisi elemen 3. Level konsep pengakuan dan pengukuran

1

12/19/2012

adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

2

12/19/2012



Adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

3

12/19/2012

Pengguna Informasi akuntansi Batasan pervasif Kualitas yang berkaitan dengan pengguna Kualitas utama yang berkaitan dengan pengambilan keputusan

Pengambilan Keputusan dan Karakatristiknya (contoh, pemahaman atas pengetahuan sebelumnya) Manfaat > Biaya Dapat Dipahami Kegunaan Pengambilan Keputusan

Relevansi

Keandalan

Elemen-elemen kualitas utama
Kualitas sekunder dan interaktif

Ketepatan Waktu Nilai Umpan Balik

Dapat Diverifikasi

Ketepatan Penyajian

Nilai Predikif

Netralitas

Komparabilitas (termasu konsistensi Acuan untuk pengakuan Materalialitas



Statement of financial accounting concepts no 3, element of financial statements of business enterprises, mendefinisikan 10 elemen yang berhubungan dengan pengukuran kinerja dan status dari perusahaan

4

12/19/2012











Aktiva;manfaat ekonomi di masa yang datang; aktiva lancar, tetap, dll Kewajiban; pengorabanan manfaat ekonomi; kewajiban jk pendek dan panjang Ekuitas; kepetingan residual Investasi oleh pemilik; pengalihan sesuatu yang bernilai untuk peningkatankepemilikan Distribusi kepada pemilik; pengalihan aktiva dari perusahaan ke pemilik

•Laba komprehensif; perubahaan ekuitas yang berasal dari sumber non pemilik •Pendapatan; arus masuk yang dihasilkan dari penyampain produk •Beban; arus keluar karena penyampaian produk •Keuntungan; peningkatan ekuitas dari semua transaksi •Kerugian; penurunan ekuitas dari semua transaksi

5…...

Similar Documents

Free Essay

Kode Etik Profesi Akuntansi

...pelayanan dengan kualitas tinggi secara konsisten untuk kepentingan publik. Seorang anggota IFAC dan KAP tidak boleh menetapkan standar yang kurang tepat dibandingkan dengan aturan dalam kode etik ini. Akuntan profesional harus memahami perbedaaan aturan dan pedoman beberapa daerah juridiksi, kecuali dilarang oleh hukum atau perundang-undangan. STRUKTUR DAN KERANGKA DASAR KODE ETIK IFAC Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi profesi IAI telah mencanangkan tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang ditetapkan IFAC selambat-lambatnya tahun 2012. Untuk lebih memahami kode etik yang ditetapkan oleh IFAC ini, maka Brooks (2007) memberikan pendekatan cara memahami filosofi Kode Etik IFAC sebagai berikut: 1. Memahami Struktur Kode Etik 2. Memahami Kerangka Dasar Kode Etik untuk melakukan penilaian yang bijak 3. Proses Menjamin Independensi Pikiran (independece in mind) dan Independensi Penampilan (indepencence in appearance) 4. Pengamanan untuk mengurangi Risiko Situasi Konflik Kepentingan. Kerangka dasar Kode etik IFAC dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Ciri yang membedakan profesi akunta (atasan),  yaitu kesadaran bahwa kewajiban akuntan yaitu untuk melayani kepentingan publik. 2. Harus dipahami bahwa tanggung jawab akuntan tidak secara ekslusif hanya melayani klien (dari sudut pandang akuntan publik), atu hanya melayani atasan (dari sudut......

Words: 5138 - Pages: 21

Free Essay

Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

...Return on Asset | Rasio yang menggambarkankemampuan perusahaan untukmenghasilkan laba dari setiap asset yang digunakan. | ROA=Laba BersihTotal Aktiva | Rasio | Return on Equity | Rasio yang menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan nilai buku para pemegang | ROE=Laba Bersih setelah PajakEkuitas Pemegang Saham | Rasio | Earning Per Share | Rasio yang menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. | EPS=Laba BersihJlh lembar Saham | Rasio | iii. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian Untuk menggambarkan pengaruh antara variable independen (X) terhadap variable dependen (Y) maka kerangka konseptual dari penelitian ini digambarkan sebagai berikut Bagan 1 Kerangka Konseptual Economic Value Added ( X1 ) Return on Asset ( X2 ) Kinerja Perusahaan Value Added Harga Saham ( Y ) Return on Equity ( X3 ) Earning per Share ( X4 ) Kerangka konseptual menunjukkan hubungan antara variable independen dengan variable dependen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Harga Saham (Y) sedangkan variable independen terdiri dari Economic Value Added (X1), Return on Assets (X2), Return on Equity (X3), dan Earning per Share (X4). Hubungan antara variable independen terhadap variable dependen dapat diuraikan sebagai berikut: a. Hubungan antara Economic Value Added terhadap Harga Saham Economic Value Added adalah laba operasi setelah pajak dikurangi biaya modal (cost......

Words: 6016 - Pages: 25

Free Essay

Konvergensi Ifrs

...dimaksud dengan IFRS? 2. Mengapa IFRS perlu diterapkan di bidang pendidikan? 3. Apa dampak IFRS bagi dunia pendidikan? 4. Bagaimana cara penerapan IFRS di bidang pendidikan? Ruang Lingkup Masalah IFRS merupakan standar akuntansi baru yang diakui dunia. Standar baru tersebut ternyata juga berdampak pada sistem pendidikan terutama pendidikan SMA. Kurikulum akuntansi SMA yang dipakai saat ini yaitu……. harus diganti dengan kurikulum baru yang…. BAB II PEMBAHASAN IFRS merupakan standar akuntansi global yang saat ini mulai diterapkan di berbagai negara di dunia. IFRS berbeda dengan US GAAP yang merupakan standar akuntansi yang lama. IFRS dikenal sebagai standar “berdasarkan prinsip” (principle based) karena hanya mengacu pada kerangka konseptual saja, tidak memakai aturan rinci. Sedangkan US GAAP merupakan standar “berdasarkan aturan” (rule based) karena didalam standar ini memakai persyaratan-persyaratan yang lebih rinci. IFRS telah mempengaruhi dunia usaha di Indonesia sejak tahun 1994. Namun, penerapan IFRS sendiri masih belum banyak digunakan. IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) menargetkan penggunaan IFRS secara efektif pada tahun 2012. Penerapan IFRS di Indonesia merupakan sebuah tantangan baru bagi guru dan siswa, karena IFRS masih dianggap hal yang asing. Namun bagaimanapun pembelajaran tentang IFRS harus dilakukan dalam pendidikan terutama pendidikan SMA karena penanaman konsep akuntansi mulai diajarkan saat SMA. Selain itu pendidikan SMA adalah......

Words: 628 - Pages: 3

Free Essay

Test

...kertas ini cuba membahaskan definisi, objektif dan ciri-ciri sains sosial Islam. Perspektif ketamadunan dipilih sebagai asas yang lebih realistik daripada sifat konvensional disiplin sains sosial Barat yang memisahkan pengkajian mereka kepada cabang-cabang yang saling bertindih dari segi teori, metode dan paradigma tetapi mempunyai orientasi serta halatuju yang berbeza. Kecelaruan ini menghasilkan kecelaruan dalam pemahaman sebenar tentang konsep, dimensi serta realisasi kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan yang sempurna. Bertolak daripada asas dan kerangka ini, penulis berpandangan bahawa pengkajian epistemologikal terhadap sains sosial adalah sangat penting, dan usaha ke arah ini telah diambil oleh Merryl Wyn Davies dalam karya beliau ini yang berjudul Knowing One Another: Shaping An Islamic Anthropology dan menjadi kerangka rujukan penulis dalam perbahasan ini. Kerangka perbincangan Davies ini dikaji bagi menyokong kerangka asas yang menjadi latar utama perbahasan penulis iaitu pengkajian cilm al-cumrān seperti yang digagaskan oleh Ibn Khaldun sebagai suatu wacana alternatif kepada pengkajian manusia dan masyarakat daripada perspektif Islam. PENDAHULUAN Permasalahan disiplin sains sosial adalah jelas sebagaimana dalam perbincangan Islamisasi Ilmu yang diperkenalkan oleh Ismail al-Faruqi (1991). Sains sosial Barat dianggap bersifat superficial, iaitu sekadar mengenal aktiviti dan minat umum ahli-ahli pengkaji sains sosial. Wujud kepelbagaian......

Words: 5117 - Pages: 21

Free Essay

Pengukuran Kinerja

...PRAKTEK Artikel Manajemen Stratejik yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 2004 di Jurnal Internasional Produktivitas dan Manajemen Kinerja ini ditulis oleh Stefan Tangen, yang merupakan akademisi dari Jurusan Teknik Produksi, Institut Teknologi Kerajaan, Stockholm, Swedia. Dalam tulisannya Tangen menyajikan pendekatan yang lebih mutakhir tentang pengukuran kinerja dan upayanya dalam mengatasi keterbatasan pengukuran kinerja yang selama ini biasa dilakukan. Pengukuran kinerja dapat didefinisikan sebagai proses mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas tindakan yang dilakukan suatu organisasi perusahaan. Dan seperti yang kita ketahui bersama, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi kemajuan yang pesat dalam perancangan kerangka dan sistem pengukuran kinerja dan produktivitas di kalangan akademisi dan praktisi. Namun di banyak perusahaan, masih melakukan pengukuran kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja keuangan semata. Dan akibatnya menimbulkan permasalahan yang kompleks bagi perusahaan. Karena tolok ukur keuangan ini sejatinya memiliki banyak kekurangan. Beberapa keterbatasan cara tradisional tersebut diantaranya adalah tolok ukur keuangan tidak secara secara langsung terkait dengan strategi manufaktur, tidak melaporkan secara akurat pada biaya akan proses, produk dan pelanggan, serta tolok ukur keuangan tidak mengidentifikasi biaya kualitas secara memadai. Untuk itulah diperlukan pengetahuan lebih bagaimana cara menentukan tolok ukur kinerja......

Words: 705 - Pages: 3

Free Essay

Biaya Dan Kegagalan Manajemen Proyek Teknologi Informasi

...Tugas Paper Manpro TI BIAYA DAN KEGAGALAN MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI Danuta Prakoso Maret 2014 ABSTRAK Salah satu faktor dari kegagalan manajemen proyek TI adalah karena belum menggunakan prinsip-prinsip manajemen proyek TI secara tepat serta lemahnya perencanaan dan pengelolaan manajemen proyek TI. Tingkat kegagalan proyek sistem informasi tetap tinggi dibandingkan dengan proyek-proyek berteknologi tinggi lainnya. Tujuan dari paper ini pertama, untuk membuat kerangka kerja sistemik yang cukup luas untuk mewakili berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi kinerja sistem, dan kedua, untuk menggunakan kerangka kerja untuk menggambarkan dan menilai dampak yang berbeda dari faktor yang mempengaruhi. Salah satu cara untuk menghindari kegagalan proyek TI tersebut adalah melaksanakan audit terhadap manajemen proyek TI yang dilakukan. Untuk melakukan audit tersebut diperlukan suatu panduan audit manajemen proyek TI. Panduan audit ini dirancang dengan menggunakan perpaduan dari standar-standar internasional yang terkait dengan manajemen proyek. Kata Kunci:Manajemen proyek TI, Faktor kegagalan, Perencanaan proyek, Audit, Sistem informasi 1. PENDAHULUAN Dalam menghadapi persaingan pada zaman perkembangan teknologi sekarang ini, perusahaan harus melakukan kegiatan operasional menggunakan teknologi informasi agar dapat terus bersaing. Salah satu teknologi informasi yang harus dikembangkan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak digunakan untuk memudahkan pelanggan dalam......

Words: 2486 - Pages: 10

Free Essay

Penggunaan Bahan Manipulatif Dalam Meningkat Konsep Toalk

...seperti attributes block, colorful unifix cubes, kiub dan lain-lain lagi.Ia bukan sahaja bahan bantu mengajar tetapi juga sebagai satu teknik yang digunakan oleh guru agar kanak-kanak dapat menguasai sesuatu topik matematik yang diajarkan. Selain itu juga, Zoltan P. Dienes (1916) teori-teori pembelajarannya meninggalkan kesan yang mendalam kepada bidang pendidikan matematik. Nama Dienes sinonim dengan blok multi-asas (juga dikenali sebagai blok Dienes) yang dihasilkan untuk pengajaran nilai tempat. Sebagai contoh Blok Dienes adalah alat manipulatif digunakan oleh pelajar untuk belajar konsep-konsep asas matematik penambahan, penolakan dan lain-lain lagi. KERANGKA KONSEPTUAL Kajian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana dengan pengunaan bahan manipulatif dalam pengajaran operasi tolak. Berikut adalah kerangka konseptual kajian ini berdasarkan rajah 2, yang diadaptasi daripada model penyelidikan Kemmis & Mr Taggart( 1988). Ia sebagai panduan untuk melaksanakan kajian tindakan pengkaji. Terdapat empat langkah dalam kajian tindakan berdasarkan gelungan ini iaitu seperti rajah di bawah : Rajah 2: Kajian Tindakan Model Kemmis & McTaggart (1988) METADOLOGI Reka Bentuk Kajian Reka bentuk kajian adalah penting bagi sesuatu kajian sebagai panduan untuk memastikan objektif kajian tercapai seterusnya menjawab persoalan kajian. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengunakan kaedah pemerhatian perserta. Pengkaji ingin mengalami sendiri aktiviti-aktiviti yang......

Words: 3906 - Pages: 16

Free Essay

Sipi

...terpilih.Employee benefits.Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar.Instrumen keuangan, termasuk akuntansi lindung nilai (hedging). Tujuan umum laporan keuangan entitas komersial (baik dalam sektor publik atau swasta) adalah mempersiapkan dan menyajikan laporan keuangan setidaknya setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan informasi umum dari berbagai pengguna di luar entitas. Oleh karena itu, Kerangka ini tidak selalu berlaku untuk tujuan khusus laporan keuangan seperti laporan kepada aparat pajak, laporan kepada badan pengawas pemerintah, prospektus untuk penawaran sekuritas, dan laporan untuk kombinasi bisnis. Pengguna dan Kebutuhan Informasi : Kelas utama pengguna laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur perdagangan lainnya, pelanggan, pemerintah dan badan-badan mereka serta masyarakat umum. Semua pengguna dengan kategori ini bergantung pada laporan keuangan untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan. Kerangka ini juga menyimpulkan bahwa investor adalah penyedia modal risiko kepada entitas sehingga laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan mereka juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan untuk pengguna lain. Informasi yang berguba untuk semua kelompok-kelompok pengguna ini adalah ketertarikan mereka pada kemampuan dari suatu badan untuk menghasilkan kas dan setara kas serta waktu dan kepastian arus kas masa depan. The Framework mencatat bahwa laporan......

Words: 3349 - Pages: 14

Free Essay

Docx

...PROSES PENELITIAN  Pengamatan Bidang Masalah yang Luas, Pengumpulan Data Awal, Definisi Masalah PROSES PENELITIAN UNTUK PENELITIAN TERAPAN DAN DASAR Penyelidikan ilmiah dalam metode hipotesis-deduktif dapat dibahas terkait dengan dua aspeknya yang berbeda--proses (process) menyusun kerangka konseptual dan hipotesis untuk pengujian, dan desain (design), yang meliputi perencanaan studi aktual, berurusan dengan aspek tertentu seperti lokasi studi, pemilihan sampel, serta pengumpulan dan analisis data. PENGAMATAN TERHADAP BIDANG MASALAH YANG LUAS Identifikasi bidang masalah yang luas melalui proses pengamatan dan fokus pada situasi yang dibahas. Bidang masalah yang luas  mengacu pada seluruh situasi dimana seseorang melihat sebuah kemungkinan dalam konteks organisasi yang perlu diselesaikan. Contoh bidang masalah luas yang bisa diamati yaitu volume penjualan sebuah produk, pengendalian persediaan atau program pelatihan yang tidak efektif.  Bidang masalah yang luas bisa dipersempit menjadi lebih spesifik dengan pengumpulan sejumlah data awal pendahuluan, baik melalui wawancara maupun penelitian literatur PENGUMPULAN DATA AWAL Melalui wawancara yang tidak terstruktur, wawancara terstruktur dan penelitian perpustakaan akan mambantu peneliti untuk mendefinisikan masalah secara lebih spesifik dan menyusun teori, menguraikan variabel-variabel yang mungkin berpengaruh. Sifat informasi yang diperlukan oleh peneliti untuk tujuan tersebut dapat  diklassifikasikan secara luas...

Words: 3152 - Pages: 13

Free Essay

Kieso Chapter 2

...SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH Magistern Akuntansi UNS Chapter 2-1 KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI Chapter 2-2 CHAPTER 2 CONCEPTUAL FRAMEWORK FOR FINANCIAL REPORTING Intermediate Accounting IFRS Edition Kieso, Weygandt, and Warfield Chapter 2-3 Tujuan pembelajaran (Learning Objectives =LO) 1. Menggambarkan kegunaan kerangka konseptual. 2. Menggambarkan upaya untuk membangun kerangka konseptual. 3. Memahami tujuan pelaporan keuangan. 4. Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. 5. Mendefinisikan elemen dasar dari laporan keuangan. 6. Menggambarkan asumsi dasar akuntansi. 7. Menjelaskan penerapan (application) prinsip-prinsip dasar akuntansi. 8. Menggambarkan dampak (yang dimiliki) kendala pada pelaporan informasi akuntansi. Chapter 2-4 Kerangka kerja Konseptual untuk pelaporan keuangan Kerangka kerja Konseptual Kebutuhan Pengembangan Ikhtisar (Overview) Level pertama: Tujuan dasar Level Kedua : Konsep dasar Level ketiga: konsep Pengakuan, pengukuran dan pengungkapan Karakteristik kualitatif Asumsi-asumsi dasar Elemen dasar Prinsip dasar Kendala Ringkasan dari struktur Chapter 2-5 Conceptual Framework Kerangka konseptual menetapkan konsep-konsep yang mendasari pelaporan keuangan. Kebutuhan untuk kerangka konseptual Pembuatan aturan harus dibangun atas dan berhubungan dengan bodi yang mapan...

Words: 1870 - Pages: 8

Free Essay

Bisnis

...manajemen (GAM) sebagai bentuk organisasi dan proses dalam perusahaan multinasional di mana kegiatan di seluruh dunia melayani pelanggan multinasional diberikan dikoordinasikan secara terpusat oleh satu orang atau tim dalam perusahaan yang menyediakan. Apakah atau tidak untuk menerapkan manajemen account global (dan jika ya, bagaimana) telah menjadi utama dilema bagi perusahaan multinasional. Banyak manajer MNC takut bahwa GAM akan menerapkan organisasional sulit dan mahal, dan menghasilkan daya tawar yang lebih besar untuk mereka pelanggan daripada diri mereka sendiri. Selain itu, pemasok MNC melayani berbagai jenis pelanggan, masing-masing dengan berbeda permintaan dan penerimaan terhadap layanan GAM. Tapi ada Saat ini tidak ada kerangka yang baik untuk memandu pemasok MNC tentang cara untuk memutuskan apa yang harus dilakukan GAM. SEBELUMNYA PENELITIAN DAN BUKTI Telah ada penelitian yang sangat sedikit untuk tanggal GAM. Juga penelitian ini telah mencakup berbagai aspek yang berbeda tanpa teori pemersatu umum. Penggunaan GAM Yip dan Madsen menyediakan deskripsi awal penggunaan GAM oleh perusahaan multinasional dengan beberapa anekdotal contoh dan deskripsi yang relatif rinci dari program GAM Hewlett-Packard. Sebuah jumlah artikel dalam edisi khusus Thexis GAM (Belz dan Senn 1999) menceritakan kasus sejarah perusahaan individu: adidas-Salomon (Momani dan Richter, 1999), ABB (Fritschi 1999), dan Canon sebagai pelanggan global (Fleming 1999). Millman (1996)......

Words: 3587 - Pages: 15

Free Essay

Relevansi

...Masalah 1.4 Tujuan 1.5 Metodologi 1.6 SistematIka Penulisan Bab II. 2.1 Latar Belakang (Landasan Teori) 2.2 Kerangka konseptual 2.3 Hipotesis Bab III Metodologi Bab IV Analisis & Pembasahan Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Relevansi Elastisitas Harga dalam Kebijakan Pricing Policy (Contoh Kasus pada Pengaruh Elastisitas Harga Rokok terhadap Permintaan Masyarakat). Bab I 1.1 Latar Belakang - Permintaan rokok di Indonesia - Bahaya rokok http://nasruddindjoko.wordpress.com/2014/08/21/dampak-pendapatan-harga-rokok-terhadap-tingkat-konsumsi-rokok-pada-rumah-tangga-miskin-di-indonesia/ 1.2 Permasalahan - Meningkatnya harga rokok - Kebijakan pemerintah 1.3 Perumusan Masalah - Elastisitas permintaan rokok berpengaruh terhadap penetapan kebijakan harga - Permintaan rokok di Indonesia 1.4 Tujuan - Mengetahui pengaruh elastisitas permintaan terhadap harga rokok - Mengetahui dampak kenaikan harga rokok terhadap permintaan rokok terhadap masyarakat 1.5 Metodologi - Melalui analisa data 1.6 SistematIka Penulisan Penjelasan Bab I-6 Bab II 2.1 Latar Belakang (Landasan Teori) - Pengertian Harga - Fungsi Harga - Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan harga - Keputusan tentang harga - Metode Penetapan Harga dengan Pendekatan Biaya Sumber : http://coecoesm.wordpress.com/2011/10/31/strategi-penetapan-harga-2/ 2.2 Kerangka konseptual - Hasil penelitian......

Words: 297 - Pages: 2

Free Essay

Internal Service

...terhadap kualiti perkhidmatan dalaman. 1.5 Definisi Istilah a) Budaya pembelajaran organisasi i) Konseptual * Proses pemindahan pembelajaran secara berterusan dengan mengembangkan kapasiti pembelajaran di organisasi (Watkins, K. E., & Marsick, V. J., 2003). ii) Operasional * Cara memperolehi pengetahuan baru dan mengaplikasikan pembelajaran dalam organisasi. b) Kepuasan kerja: i) Konseptual * Emosi keseronokan hasil daripada penilaian pencapaian sesuatu kerja (Locke, 1969). ii) Operasional * Perasaan positif pekerja terhadap hasil kerja yang dilakukan. c) Motivasi untuk belajar: i) Konseptual * Kehendak pekerja mempelajari pengetahuan dan kemahiran memberikan perkhidmatan yang terbaik kepada rakan sekerja (Noe & Schmitt, 1986). ii) Operasional * Keinginan pekerja untuk menyertai dan terlibat dalam mempelajari pengetahuan baru, kemahiran dan mengaplikasikannya dalam tugas seharian. d) Kualiti perkhidmatan dalaman: i) Konseptual * Perasaan pekerja tentang kualiti perkhidmatan diberikan dan diterima daripada rakan sekerja organisasi yang sama (Hallowell et al., 1996). ii) Operasional * Tahap keberkesanan perkhidmatan yang diberikan dan diterima oleh pelanggan dalaman (pekerja) daripada rakan sekerja di dalam organisasi sama. 1.6 Kerangka konseptual Budaya Belajar Motivasi Belajar Kepuasan Kerja Kualiti perkhidmatan dalaman Rajah 1: Perhubungan......

Words: 1751 - Pages: 8

Free Essay

The Affect of It Skills and Emotional Intelligence Towards Worker Competitiveness

...katakan oleh Keat (2002) bahwa seharusnya EQ di praktekkan untuk setiap individu terutama dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas. Karena kecerdasan emosi dapat mengontrol emosi dengan efektf agar berguna dalam kesuksesan suatu bisnis, karena emosi dapat menolong seseorang untuk beradaptasi dengan dunia fisik dan sosial. Dan dengan mengkombinasikan dua hal inilah dapat mencapai suatu keunggulan bersaing dalam lingkungan kerja (Hayward, 2005). EQ di tempat kerja akan menghasilkan pegawai yang bersedia menerima pandangan pegawai lain, empati maupun memotivasi sehingga dapat bekerjasama dengan baik, hal ini secara tidak langsung akan menaikkan prestasi kerja seseorang (Keat, 2002). 2.6 Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian 2.6.1 Kerangka Berpikir Di dalam definisi – definisi konseptual di atas mengenai variabel – variabel yang menjadi rumusan masalah, maka penulis kemudian berpikir mengenai kemungkinan adanya pengaruh antar variabel bebas dan terikat tersebut, antara lain sebagai berikut: 1. Pengaruh Ketrampilan Teknologi Informasi terhadap Daya Saing Seseorang yang mempunyai ketrampilan khusus, dalam hal ini mengaplikasikan teknologi atau komputer yang di sertai perangkat lunak (software) pendukungnya sebagai sarana memproses informasi akan mempunyai nilai lebih atau menonjol. Hal ini merupakan suatu pengaruh terhadap orang tersebut untuk menjadi lebih unggul dalam lingkungan kerjanya. Maka dari itu jika seseorang berketrampilan Teknologi Informasi akan mempunyai......

Words: 5623 - Pages: 23

Free Essay

Leadership Contigency Model

...Model kontingensi LPC adalah salah satu dari teori kontingensi paling awal dari kepemimpinan dan kontribusi utamanya mungkin untuk mendorong ketertarikan yang lebih besar pada faktor-faktor situasional. Teori Jalur-sasaran dari kepemimpinan telah dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana perilaku dari seorang pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja dari bawahan. Perilaku Pemimpin : 1. Kepemimpinan suportif 2. Kepemimpinan mengarahkan 3. Kepemimpinan Partisipatif 4. Kepemimpinan berorientasi keberhasilan Kelemahan konseptual yang terbesar adalah penggunaan teori harapan sebagai dasar utama untuk menjelaskan pengaruh pemimpin. Keterbatasan konseptual lainnya adalah kepercayaan pada kategori luas dari perilaku pemimpin yang tidak terlalu sesuai dengan proses yang menengahi. Walaupun terdapat keterbatasan, teori jalur-sasaran telah membuka kontribusi yang penting bagi studi megenai kepemimpinan dengan memberikan sebuah kerangka kerja konseptual untuk memandu para peneliti untuk mengidentifikasikan variable situasional yang berpotensi relevan. Teori Pengganti Kepemimpinan Kerr dan Jermier (1978) mengembangkan sebuah model untuk mengidentifikasikan aspek situasi yang mengurangi pentingnya kepemimpinan oleh cara manajer dan para pemimpin formal lainnya. Teori itu membuat sebuah perbedaan antara 2 jenis variable situasional: ·         Pengganti ·         Netralisator Pengganti / Netralisator | Kepemimpinan Suportif | Kepemimpinan Instrumental | ......

Words: 2754 - Pages: 12