Free Essay

Kearifan Lokal Minahasa

In: Social Issues

Submitted By ksteffano
Words 2172
Pages 9
BAB I : PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG PENELITIAN

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir Indonesia dilanda banyak bencana. Bencana alam yang terjadi karena fenomena alam yang datang secara tiba-tiba seringkali membuat kita merasa terpana. Banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus ataupun bencana yang dikarenakan oleh keserakahan manusia itu sendiri. Telah banyak harta, benda dan nyawa yang terenggut. Masih segar ingatan kita akan gempa yang disusul tsunami di Aceh dan Nias, tanah longsor di Sulawesi Selatan, banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara, gempa di Yogyakarta dan masih banyak lagi yang lainnya. Sehingga setelah semua ini terjadi, banyak daerah yang memerlukan rekonstruksi sosial untuk memperbaiki tatanan sosial di tengah-tengah masyarakat yang baru ditimpa bencana. Peranan kinerja pemerintah (Birokrasi), kearifan lokal, serta penyampaian pesan oleh media mempunyai sumbangsih yang sangat besar dalam proses rekonstruksi ini. Kearifan lokal sebagai salah satu topik yang diangkat merupakan hal yang menarik dan penting bagi penulis. Hal ini dikarenakan kearifan lokal ada, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat suatu daerah secara alami. Karena kearifan lokal itu muncul secara alami, maka sesudah terjadi bencana bantuan akan datang secara spontan, tanpa diperintah. Kearifan lokal menghapus semua sifat egoistis dan individualistis setiap manusia, karena prinsip utama kearifan lokal itu sendiri adalah prinsip kemanusiaan. Prinsip kemanusiaan inilah yang menjadi dasar dari kearifan lokal. Semua yang muncul secara spontan dari dalam hati ini yang menarik perhatian penulis untuk memilih topik penelitian “Peranan Kearifan Lokal dalam Proses Rekonstruksi Pasca Bencana”. Seperti yang bisa dilihat di daerah Sulawesi Utara, khususnya kota Manado, terdapat satu bentuk solidaritas dan kerukunan sosial yang biasa disebut dengan “Mapalus”. Dari sini penulis mengambil satu konsep pemikiran untuk membuat karya tulis ilmiah yang berjudul, “Mapalus : Tali Pemersatu Masyarakat Sulawesi Utara”. Penulis yang juga merasa sebagai warga Sulawesi Utara merasa penting untuk memaparkan nilai Mapalus sebagai salah satu contoh kearifan lokal yang bisa diterapkan dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana. Oleh karena itu, untuk membuktikannya penulis akan meneliti hal tersebut dan memaparkannya dalam karya tulis ilmiah ini.

PERMASALAHAN

Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis memilih satu masalah pokok untuk dibahas secara mendalam, yaitu mengenai kearifan lokal dan pengaruhnya terhadap proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai topik yang diteliti , maka penulis merumuskan satu pertanyaan untuk dibahas sebagai permasalah utama dalam karya tulis ilmiah ini. Pertanyaannya adalah: • Apakah penerapan nilai-nilai kearifan lokal memiliki pengaruh dalam membantu proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana?

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian serta penulisan karya tulis ilmiah ini dilakukan dalam rangka mengikuti lomba karya tulis ilmiah “Penelitian Rekonstruksi Sosial Pasca Bencana Olimpiade Ilmu Sosial FISIP UI 2007” dan juga untuk memaparkan dan memperkenalkan salah satu kearifan lokal dari daerah Sulawesi Utara, yaitu “Mapalus” untuk diterapkan dalam proses rekonstruksi sosial pasca bencana. Secara terperinci, tujuan dari penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah : 1. Mendeskripsikan makna sesungguhnya dari “Mapalus”. 2. Mengetahui nilai-nilai positif dari kearifan lokal “Mapalus” yang bisa diterapkan dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah bencana. 3. Mengetahui apa saja manfaat dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam “Mapalus” dalam proses membangun kembali tatanan sosial masyarakat setelah tertimpa bencana.

SIGNIFIKANSI PENELITIAN

Signifikansi penelitian dalam karya tulis ilmiah ini adalah penerapan nilai filosofis mapalus yang menonjolkan unsur kebersamaan, kekeluargaan, solidaritas, gotong royong dan kerja sama dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah bencana tanpa melihat berbagai perbedaan yang ada, seperti latar belakang pendidikan, ekonomi, maupun kedudukan dan jabatan. Apabila nilai filosofis ini diterapkan, maka proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat serta pemulihan kondisi para korban bencana akan berjalan lebih baik.

METODE PENELITIAN

Untuk mencari data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Teknik Pengamatan Langsung Pada teknik ini, penulis yang tinggal di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang merupakan salah satu daerah rawan banjir di kota Manado, telah mengamati dan mengalami secara langsung bagaimana proses rekonstruksi sosial di daerah sekitar tempat tinggal penulis setelah bencana banjir yang melanda kota Manado beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 Februari 2006. Ketika proses tersebut berlangsung, penulis mengamati bagaimana warga masyarakat setempat dengan sukarela saling bahu-membahu membantu para korban bencana.
2. Teknik Wawancara Langsung Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai masalah utama yang diteliti, dalam hal ini mengenai kearifan lokal dan pengaruhnya terhadap pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana. Respondennya meliputi beberapa staf pengajar SMA Fr. Don Bosco Manado, beberapa warga kota Manado yang pernah menjadi korban bencana, para tokoh masyarakat, orang tua, serta orang lain yang dianggap mengerti tentang masalah ini.
3. Studi Pustaka Pada metode ini, penulis membaca buku, artikel, dan literatur yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah atau teknik penulisan karya tulis ilmiah serta mengambil informasi dari sumber-sumber yang berkaitan dengan masalah utama yang dibahas, yaitu mengenai peranan kearifan lokal khususnya “Mapalus” dalam proses rekonstruksi pasca bencana.

BAB II : ISI

KERANGKA TEORITIK

Konsep yang digunakan oleh penulis dalam penulisan karya tulis ilmiah ini didasarkan pada teori yang menjelaskan bahwa sebagai salah satu kearifan lokal, “Mapalus” merupakan prinsip saling membantu (mutual help) sekaligus merupakan refleksi dari kebersamaan serta kerja keras (industriousness). Dalam ekspresinya, “Mapalus” muncul dalam bentuk masawa-sawangan atau saling membantu satu sama lain (mutual help), maleos-leosan atau(compassion), malinga-lingaan atau(attentiveness), matombol-tombolan atau saling mendukung satu sama lain (mutual support) serta maesa-maesan atau(unifying). Praktek mapalus bersifat suka rela dan diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang menyangkut kebutuhan hidup orang banyak dalam masyarat demi kebaikan bersama.

PEMBAHASAN MASALAH

Di dalam kehidupan yang nyata antara masyarakat dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dan selamanya merupakan dwitunggal. Masyarakat adalah orang yang hidup bersama-sama dan menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian, tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan, dan juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya atau sebagai tanah tumbuhnya kebudayaan. Dengan demikian apa yang disebut oleh para ahli dengan “Cultural Determinsm” yang berarti bahwa segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri, adalah sangat tepat. Sekelompok manusia yang hidup bersama dalam waktu yang cukup lama, sehingga diantara mereka menyadari bahwa kehidupan mereka adalah menjadi satu kesatuan. Semua ini merupakan jalinan dari unsur-unsur sosial yang pokok. Sebagai akibat dari hidup bersama itu, maka muncul suatu perasaan senasib-sepenanggungan. Pada perkembangannya kemudian, masyarakat dari lingkungan pengalaman yang sama ini kemudian berpikir dan mempraktekkan satu bentuk kerja sama yang didasarkan pada kesadaran bahwa “Saya memerlukan bantuan orang lain pada saat saya membutuhkannya”. Keadaan ini membuat masyarakat dihantarkan pada satu bentuk kesadaran bersama, untuk saling membantu dalam menyelesaikan suatu masalah atau pekerjaan secara bersama-sama agar bisa menjadi lebih cepat untuk diselesaikan. Seperti halnya di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Utara yang lebih dikenal dengan sebutan khas “Orang Manado”, muncul satu kearifan lokal yang disebut dengan “Mapalus”. “Mapalus” pada intinya berarti saling membantu satu sama lain, bergotong-royong secara suka rela sebagai perwujudan dari rasa kebersamaan. Meski modernisasi telah masuk sampai ke seluruh pelosok daerah Sulawesi Utara, sikap mapalus tidak pernah luntur dari generasi ke generasi. Pepatah yang menyebutkan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, betul-betul terpatri di dalam hati dan direfleksikan ke dalam tindakan orang Manado pada umumnya. “Mapalus” merupakan kearifan lokal warisan leluhur yang menjadi ciri khas serta kebanggaan dari orang Manado. Orientasi aktivitas dari “Mapalus” didasarkan pada falsafah hidup masyarakat Minahasa (de levensfilosofie van de Minahasa gemeenschap) yang merupakan salah satu suku asli daerah Sulawesi Utara. Falsafah hidup “Si Tou Timou Tumou Tou” yang maknanya sama seperti yang pernah diungkapkan oleh Dr. G.S.S.J. Ratulangi bahwa “Setiap manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya”, telah menjadi satu pedoman hidup bagi orang Manado secara keseluruhan. Falsafah hidup tersebut menunjukkan makna sama seperti apa yang diungkapkan oleh Aristoteles, bahwa manusia adalah makhluk yang berakal budi (homo rationale) dan tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sudah menjadi suatu keharusan bahwa setiap manusia harus saling membantu dalam kehidupannya, bukannya saling memangsa manusia lainnya seperti seekor serigala (homo homini lupus). Mapalus sebagai modal sosial adalah salah satu unsur yang berperan, karena penerapan nilai-nilai yang terkandung didalamnya bisa membantu dan mempercepat proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana. Dengan semangat mapalus, maka masyarakat selalu siap membantu satu sama lain tanpa memandang semua perbedaan yang ada, seperti perbedaan latar belakang pendidikan, ekonomi, maupun jabatan dan kedudukan. Dari konteks perkembangannya, bisa dilihat bahwa praktek mapalus mencerminkan nilai-nilai sebagai berikut: (a). Kesadaran akan keterbatasan dan ketidakmampuan diri; (b). Kepercayaan pada kehadiran orang lain yang akan membantu; (c). Dimensi sosialitas dari manusia sendiri, yakni bahwa kita hidup bersama-sama dengan orang lain. Berdasarkan apa yang diamati oleh penulis di lapangan, hasil dari penerapan nilai “Mapalus” dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat benar-benar nyata dan bisa dilihat ketika terjadi beberapa bencana di daerah Sulawesi Utara. Yang pertama adalah dari kejadian tanah longsor pada hari Senin tanggal 20 Februari 2006 lalu di desa Kumelembuai kabupaten Minahasa. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah seorang warga desa setempat, dituturkan bahwa dengan semangat mapalus, semua masyarakat dewasa turun ke jalan membenahi longsoran yang membuat jalur transportasi terputus. Mereka semua bekerja secara tulus dan tanpa pamrih, karena mereka merasa bahwa sudah sepantasnya mereka membantu untuk kembali membuka jalur transportasi yang sudah terputus itu. Jalan yang tertutup longsor itu harus dibuka kembali secepatnya, mengingat bahwa jalan tersebut adalah satu-satunya jalan penghubung antara desa tersebut dengan desa lainnya. Manfaat dari semangat “Mapalus” itu juga bisa dilihat dari peristiwa yang terjadi di Kota Manado sendiri, tepatnya di daerah Paal 2 yang pada tanggal 21 Februari 2006 lalu ditimpa bencana banjir. Warga yang rumahnya tidak kemasukkan air, tanpa menunggu perintah langsung segera membantu warga lain yang rumahnya terendam air. Mereka bahu membahu memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, dan ada juga warga yang dengan sukarela menjadikan rumah dan halamannya sebagai tempat mengungsi sementara bagi warga lain yang menjadi korban banjir. Tenda-tenda darurat segera didirikan oleh warga, dan sebelum bantuan dari pemerintah datang, warga sekitar sudah terlebih dahulu memberikan bantuan berupa sumbangan makanan dan pakaian. Selain semua bantuan fisik tersebut, warga juga memberikan dukungan moril dengan cara mendampingi dan menghibur mereka yang menjadi korban bencana. Semua bantuan dalam bentuk bantuan fisik dan dukungan moral tersebut diberikan secara sukarela, tulus tanpa pamrih karena kuatnya rasa kebersamaan di tengah-tengah orang Manado. Mereka merasa bahwa bencana yang terjadi merupakan satu beban yang harus ditanggung dan diselesaikan bersama-sama. Berdasarkan pada semangat “Mapalus”, semua orang mau saling membantu satu sama lain dengan tulus, sebagai wujud solidaritas terhadap sesama yang menjadi korban bencana. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa “Mapalus” bukan hanya sekedar satu slogan kosong, tapi “Mapalus” merupakan satu bentuk kearifan lokal yang benar-benar ada dan berlaku di tengah kehidupan orang Manado. “Mapalus” mencerminkan semangat persaudaraan yang sudah menjadi ciri khas dari orang Manado, dimana semua orang merasa seperti satu keluarga, tanpa memandang berbagai macam perbedaan yang ada, seperti perbedaan status sosial, perbedaan latar belakang pendidikan, perbedaan agama, dan perbedaan lainnya.

KESIMPULAN

Dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah ditimpa bencana, negara memiliki satu tanggung jawab (State Responsibility) untuk berperan di dalamnya. Elemen-elemen negara yang hidup, yaitu pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk berperan aktif dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial setelah terjadi bencana. Dalam hal ini, partisipasi dari masyarakat memiliki peranan yang sangat penting. Karena bantuan masyarakat itu akan lebih cepat disampaikan daripada bantuan pemerintah. Salah satu faktor utama yang membuat masyarakat mau berperan secara aktif dalam proses rekonstruksi sosial pasca bencana adalah karena adanya kearifan lokal. Kearifan lokal yang merupakan satu pedoman hidup yang telah berkembang ditengah-tengah masyarakat lahir atas dasar prinsip kemanusiaan. Prinsip kemanusiaan ini menghapus semua sifat egois dan individualistis yang ada dalam hati manusia. Perkembangan zaman membuat orang cenderung hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Karena adanya prinsip kemanusiaan dalam kearifan lokal tersebut, orang akan tergerak untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan maupun memandang perbedaan-perbedaan yang ada. Prinsip kemanusiaan ini juga yang membuktikan bahwa masyarakat kita masih mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila kedua yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Bukti diatas juga menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut masih relevan dengan keadaan sekarang, dimana modernitas membuat banyak orang menyepelekan nilai-nilai yang ada di tengah masyarakat. Dari kearifan lokal “Mapalus”, bisa diambil nilai-nilai positif yang sangat baik untuk diterapkan dalam proses pembangunan kembali tatanan sosial masyarakat setelah bencana. Kebersamaan sebagai dasar utama dari konsep “Mapalus” membuat semua orang bersedia untuk saling membantu satu sama lain dengan tulus, apalagi dalam situasi pasca bencana. iii sejalan dengan prinsip kebersamaan iada kebersamaan tanpa persatuan. Tiada persatuan tanpa keterbukaan. Tiada keterbukan tanpa saling percaya. Tiada saling percaya tanpa kejujuran. Maka, inti dari keberhasilan kegiatan apa pun, mesti diawali dengan kejujuran. Jujur pada diri sendiri dan jujur pada orang lain. Siapa menanam kejujuran, kelak akan menuai keberhasilan

Terkait istilah, Mapalus hanya dikenal oleh masyarakat Minahasa, walau ada sedikit perbedaan penyebutan untuk masing-masing rumpun bahasa di Minahasa. Orang Jawa menyebut bentuk kerja sama itu dengan sambatan, orang Bali dengan subak.…...

Similar Documents

Free Essay

Menilik Asa Sang Pamong Desa

...Robbins (2001) memberikan pengertian nilai sebagai keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku atau keadaan akhir eksistensi yang khas lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan modus perilaku atau keadaan akhir eksistensi kebaikan atau lawannya dan dasar untuk memahami sikap dan motivasi. Nilai dapat dibedakan menjadi: 1) Nilai ekonomi, yang berarti materi, atau berdasarkan kebendaan; 2) Nilai personal, yang diarahkan kepada perkembangan indibidu; 3) Nilai sosial, yaitu memberi makna akan kehadirannya dikomunitas tertentu; 4) Nilai moral-spiritual, yang memandang pekerjaan sebagai ibadah kepada Tuhan (Harefa, 2011). Nilai juga sangat dipengaruhi oleh budaya disekitarnya (Rizkian, 2011). Budaya Jawa sebagai nilai budaya dan kearifan lokal kaya akan nilai-nilai dapat mempengaruhi dan dijadikan sebagai pedoman etika, pandangan hidup, serta falsafah hidup (Sartini, 2009). Beberapa nilai-nilai dalam kebudayaan Jawa tersebut diantara lain adalah: a. Hamangku, hamengku, hamengkoni. Hamengku diartikan harus berani bertanggung jawab terhadap kewajiban, hamnegku diartikan harus bernai nggrengkuh (mengaku sebagai kewajibanny), dan hamnegkoni berarti berani melindungi dalam berbagai situasi. b. Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Mempunyai arti dalam bekerja harus bersungguh-sungguh dan ikhlas, tanpa memikirkan imbalan. c. Weweh tanpa kelangan, sugih tanpa banda. Mempunyai arti memberi tanpa harus kehilangan sesuatu, dan kaya tanpa harta. d. Mulat sarira hangrasa wani. Selalu......

Words: 6796 - Pages: 28

Free Essay

Green

... WEDYA RISKY PKMK MEGARISMA ZASKIA TRISTIANA ANGGRAINI 37 IKIP PGRI MADIUN PKMK 38 IKIP PGRI MADIUN ZUYYINA AULIA PKMK IRMA 39 IKIP PGRI SEMARANG Adi Nugroho PKMK 40 IKIP PGRI SEMARANG Agus Munif PKMK 41 IKIP PGRI SEMARANG Ali Akhmad S PKMK 42 IKIP PGRI SEMARANG Andy Saputro Yulistianto PKMK “BAKSO VEGETA” PEMANFAATAN SAYURAN MENJADI VARIAN BAKSO YANG BERNILAI GIZI TINGGI No. Nama Perguruan Tinggi IKIP PGRI SEMARANG Nama Pengusul Program Kegiatan Judul Kegiatan 43 Bambang PKMK Wahyu Nugrohoi BUDIDAYA IKAN SIDAT (Anguilla Rostrata) SEBAGAI UPAYA MAHASISWA DALAM BERWIRAUSAHA Komersialisasi Ontel’s (Onde- Onde Tepung Talas) Menjadi Produk Unggulan Lokal Sebagai Solusi Prospektif Produk Samping Gizi USAHA PEMBUATAN SARI KULIT BUAH MANGGIS “Garcinia mangostana” SEBAGAI MINUMAN SUPLEMEN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN PENCEGAH PENYAKIT STROKE. PELUANG USAHA SUKAMTI (SUSU KEDELAI HITAM BERGIZI TINGGI) SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF PENCEGAH KANKER DAN GANGGUAN JANTUNG Cupcakes Pelok Mangga Sebagai Prospek Peluang Usaha Yang Menjanjikan CIPS TEA (TEH CIPLUKAN) SEBAGAI OBAT PENYEMBUH DIABETES MELITUS UNTUK KEWIRAUSAHAAN KEMANDIRIAN FINANSIAL Outlet “Rumah Waluh” Aneka Kreasi Olahan Waluh Berbasis Internet Marketing sebagai Peluang Usaha Mandiri yang Prospektif MENCARI SEHAT DARI YOKANAH (YOGHURT KACANG TANAH) SEBAGAI KREASI MINUMAN SEHAT PENCEGAH KANKER LAMBUNG PEMANFAATAN SAYUR SAWI HIJAU (Caisin)......

Words: 159309 - Pages: 638

Free Essay

Marketing Global

...mengekspor jasa manajemen bukan produk) 2. Kontrak manufaktur (perusahaan menggunakan produsen lokal untuk menghasilkan produk itu) Usaha patungan Investor dapat bergabung dengan investor lokaluntuk membentuk suatu usaha patunga (join venture) yang didalamnya mereka berbagi kepemilikan kendali. Membentuk usaha patungan mungkin perlu atau diharapkan untuk alasan ekonomi dan politik. Perusahaan luar negeri mungkin kekurangan sumber daya finansial, fisik, atau manajerial untuk menjalankan usaha itu sendirian. Atau pemerintah luar negeri mensyaratkan kepemilikan bersama sebagai kondisi untuk masuk. Kepemilikan bersama memiliki beberapa kekurangan diantaranya , mitranya mungkin tidak setuju tentang kebijakan investasi, pemasaran, atau kebijakan lain. Investasi langsung Adalah kepemilikan langsung atas fasilitas perakitan atau manufaktur berbasis luar negeri. Keuntungannya antara lain 1. Perusahaan dapat menghemat biaya dalam bentuk tenaga kerja atau bahan mentah yang lebih murah, insentif investasi pemerintah asing, penghematan biaya pengangkutan. 2. Perusahaan akan mendapat kesan yang lebih baik di negara tuan rumah karena menciptakan lapangan kerja. 3. Perusahaan mengambangkan hubungan yang lebih dalam dengan pemerintah, pelanggan, pemasok lokal dan distributor, memungkinkan untuk menyesuaikannya produk dengan lebih baik terhadap lingkungan pemasaran lokal. 4. Perusahaan mempertahankan kendali penuh atas investasi dan karenanya dapat......

Words: 1893 - Pages: 8

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...tindakan PT. Multistrada untuk melakukan ekspansi tidak tepat. Dengan melihat potensi pasar yang besar dan tantangan dari para competitor, seharusnya perusahaan mampu memanfaatkan potensi dan mengatasi tantangan dan hambatan yang ada, dalam rangka memperkuat pondasi perusahaan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pada kenyataannya, PT. Multistrada tidak memanfaatkan peluang tersebut, sehingga kami menyimpulkan bahwa PT. Multistrada belum siap untuk melakukan ekspansi. Pengalaman menunjukkan perusahaan yang tidak mempersiapkan dengan serius dan matang, berakibat kepada overexpansion dan akhirnya tutup. Yang paling utama, yang perlu dilakukan perusahaan sebelum ekspansi adalah membangun brand terlebih dahulu terutama di pasar lokal, walaupun harus mengeluarkan biaya yang besar, namun sepadan dengan hasil jangka panjang yang diperoleh, mengingat ketatnya persaingan kualitas dan harga. Konsekuensi dari ekspansi adalah kapasitas produksi harus memiliki utilitas maksimal, yang berarti tiap tahun tidak boleh terjadi penurunan penjualan. Biaya ekspansi yang besar menuntut tingkat pengembalian yang besar pula. Sebelum mengatasi tantangan yang lebih besar setelah ekspansi, perusahaan harus bisa mengatasi tantangan dan hambatan yang ada saat ini (tidak stabilnya pasokan dan harga bahan baku, persaingan yang semakin ketat serta resiko fluktuasi penjualan). Berdasarkan analisis 4C : a. Company Internal resources (6M ( Men, Money, Machine, Material, Method,......

Words: 1139 - Pages: 5

Free Essay

Pengaruh Atmosfer

...satisfaction does not have any significant influence of satisfaction on behavioral intentions of local consumers. Keywords: atmospherics, satisfaction, behavioral intentions, Toko ”Oen” Abstrak:Penelitian ini bertujuan memperkaya bukti empirik tentang pengaruh atmosfer terhadap kepuasan dan niatan perilaku konsumen di Toko Oen, Kota Malang. Sampel penelitian adalah konsumen Toko ” Oen” yang berjumlah 100 orang, terdiri atas 50 orang konsumen lokal dan 50 orang konsumen mancanegara. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa PLS (partial least square) digunakan untuk mengungkap hubungan antara atmosfer, kepuasan dan niatan perilaku. Hasil penelitian mengemukakan bahwa atmosfer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan niatan perilaku konsumen keseluruhan, konsumen lokal, maupun konsumen mancanegara. Kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niatan perilaku pada konsumen keseluruhan dan konsumen mancanegara saja, sedangkan kepuasan berpengaruh tidak signifikan terhadap niatan perilaku konsumen lokal. Kata kunci: atmosfer, kepuasan, niatan perilaku, Toko ”Oen” Studi tentang perilaku konsumen menjadi dasar yang sangat penting dalam manajemen pemasaran. Pengetahuan tentang perilaku konsumen dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kemampuan pemasar dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan jumlah pilihan restoran untuk konsumen telah mendorong persaingan tinggi di antara restoran. Peter dan Olson (1999) Alamat Korespondensi: Nova......

Words: 4496 - Pages: 18

Free Essay

Hardwork

...yaitu lele dumbo, lele sangkuriang dan lele phyton. Setiap jenis ikan lele tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Berikut penjelasan dari jenis-jenis ikan lele budidaya di Indonesia. 1. Ikan lele lokal Ikan lele lokal (foto: wikipedia) Ikan lele lokal memiliki nama latinClarias Batrachus, merupakan jenis ikan lele yang dikenal luas di masyarakat. Sebelum lele dumbo diperkenalkan di Indonesia, para peternak biasa membudidayakan ikan lele jenis ini. Namun saat ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal karena dipandang kurang menguntungkan. Lele lokal memiliki Food Convertion Ratio (FCR) yang tinggi, artinya rasio pakan yang diberikan terhadap berat daging yang dihasilkan tinggi. Perlu lebih dari satu kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram daging dalam satu siklus budidaya. Selain itu, pertumbuhan lele lokal terbilang sangat lambat. Lele lokal yang berumur satu tahun masih kalah besar dengan lele dumbo berumur 2 bulan! Terdapat tiga jenis lele lokal yang ada di Indonesia, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah. Diantara ketiga jenis lele itu, lele hitam paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi. Sedangkan lele putih dan merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias. Lele lokal memiliki patil yang tajam dan berbisa, terutama pada lele muda. Apabila menyengat, racun yang terdapat pada patil bisa membunuh mangsanya dan bagi manusia bisa membuat bengkak dan demam. 2. Ikan lele dumbo Ikan......

Words: 3175 - Pages: 13

Free Essay

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

...berbeda latar belakang sosial budaya bahasa, dan (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5). Dalam pergaulan internasional, BI mewujudkan identitas bangsa sebagai identitas fonik, di samping identitas fisik, yakni bendera merah putih dan garuda Pancasila. Beriringan dengan pesatnya perkembangan BI sebagai lambang identitas nasional, teraktualisasikan pula perkembangan bahasa daerah (selanjutnya disingkat BD) sebagai lambang identitas daerah yang keberadaannya diakui di dalam UUD 1945 yang secara bersamaan dengan BI menghadapi arus globalisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada persaingan antara BI dan BD. Oleh karena itu, pemerintah tidak ragu-ragu mengonsepkan kurikulum muatan lokal yang memberikan peluang bagi sekolah-sekolah untuk mengajarkan BD di daerah masing-masing. 2. Identitas BangsaSosok yang menunjukkan bahwa dia adalah Indonesia, baik sebagai negara maupun sebagai bangsa, berwujud dalam dua kenyataan, yakni BI yang menampakkan diri sebagai identitas fonik dan merah putih serta Garuda Pancasila sebagai wujud fisik. Jika kita berada di luar negeri, lalu ada bunyi yang kita dengar, misalnya "oh kakiku", serta merta kita mengatakan, ia adalah orang Indonesia tidak peduli, apakah ia orang Batak, Dayak, atau orang Saparua. Demikian pula, kalau kita melihat sebuah gedung, lalu di situ berkibar bendera merah putih, dan di depan pintunya ada gambar garuda, kita dapat memastikan bahwa gedung tersebut adalah......

Words: 2391 - Pages: 10

Free Essay

The Real Exchange Rate

...pertukaran yang seimbang pada negara-negara. Fakta-faktanya, • Apresiasi yang sebenarnya dari nilai tukar domestik meningkatkan harga dari barang domestik secara relatif dengan barang dari luar negeri. • Depresiasi yang sebenarnya dari nilai tukar domestik menurunkan harga dari barang domestik secara relatif dengan barang dari luar negeri. Appresiasi yang sebenarnya dari nilai mata uang domestik merupakan berita buruk dan berita baik untuk ekonomi lokal. Appresiasi yang sebenarnya membantu importir lokal dan pelanggan diakrenakan bahan mentah dan barang import harganya lebih murah. Hal ini juga membantu menahan inflasi. Sebaliknya, hal ini melukai exportir lokal dan karyawannya dikarenakan barang dan servis yang diproduksi oleh perusahaan lokal secara relatif malah di pasar internasional. Efek pada preodusen lokal tidak simetris, pada kompetisi barang dan jasa di pasar internasional terluka lebih dari sekedar berkompetisi dengan pasar lokal. Perubahan sumber daya dalam ekonomi lokal dari perusahaan yang export-oriented melalui perusahaan yang mengimport barang atau jasa dari negara lainnya. Exchange Rate Forecasting Forecast Based on the International Parity Condition Prediksi nilai tukar tersedia dalam beberapa kondisi yang sama E[Std/f] = Ftd/f forward parity E[Std/f] = S0d/f [(1+id)/(1+if)]t kombinasi dari forward parity dan interest rate parity E[Std/f] = S0d/f [(1+pd)/(1+pf)]t relative purchasing power parity 2......

Words: 1011 - Pages: 5

Free Essay

Organic Farming

...Organic Farming Project 1 1 Introduction PT. Rumah Perubahan (RP) and PT. Kampung Kearifan Indonesia (Javara) has agreed and signed an MOU on the 11th July 2014. The first step was for Javara to create a business plan. We have gathered expertize from our Marketing, Business Development and Urban Farming departments to create a business plan that will be marketable and produce optimized profits The purpose of this document is to give the first step of planning of plants that will be developed for produced to be sold for processing to artisanal products. 2 Potential Products 1. Organic Tomato Sauce 2. Organic Chili Sauce 3. Organic Vegetable Soup Stock 4. Basil Pesto 3 Calculation of Needs 3.1 Tomato Sauce TOMATO tumpang sari Spring Onion | | | INCOME | | | | | m2 lahan | 1000 | m2 lahan | | lahan efektif | 600 | m2 lahan efektif | | bedeng | 60 | bedeng | | tanaman/bedeng | 40 | tanaman/bedeng | | kg output/tanaman | 2 | kg/output tanaman | | kg output/siklus 6 bulan | 4800 | kg output | | siklus per tahun | 3 | siklus/th | | kg output/tahun | 14,400 | kg output/tahun | | Harga/kg | 6,000 | /kg | | | 86,400,000 | income/tahun | EXPENSES | | 13 | bulan orang kerja @ Rp 1.5juta | 19,500,000 | | 2400 | Lanjaran | 1,200,000 | | 3 | botol pestisida nabati | 150,000 | | 720 | sack pupuk @ 10ribu | 7,200,000 | | 3 | botol pupuk......

Words: 751 - Pages: 4

Free Essay

Bagyong Yolanda

... AGARPAO, Bennard Jerish C. Marso 13, 2015 ------------------------------------------------- 1st Year Pre-dentistry DJF Prof. Ramirez Sa mga sakunang kinakaharap ng ating bansa, ang laging sinisisi ay ang gobyerno at ang mga politiko. Kung hindi raw mali ang pamamalakad ng gobyerno at kung hindi raw kurakot ang mga politiko. Ang ating gobyerno at ang mga politiko. Sila lamang lagi ang itinuturong may sala. Tama ba naman ang ganyan? Sila na lamang ba ang laging may kasalanan? Kung gobyerno at ang mga politiko ang laging may kasalanan, ang mga susunod na uupo sa Malacañang, Kongreso, Supreme Court, lokal na pamahalaan, Sangguniang Pambarangay, at iba pang puwesto sa gobyerno, kahit hindi pa nakauupo sa mga puwestong iyon, ay pawang mga makasalanan na. Kung tama ang ganyang pananaw, walang katapusang paninisi ang mangyayari sa ating lipunan, dahil ang bawat uupo sa iba’t ibang puwesto sa gobyerno ay lagi na lamang ang siyang may kasalanan at patuloy na babatikusin. Sa aking pananaw maaring tama na ang gobyerno o ang mga politiko ang ating dapat sisihin sa isyu ng katiwalian sa ating bansa. Ngunit naiisip nyo ba na maaaring mismong nasa mamamayan ng isang bansa ang problema? Maaaring parehong ang gobyerno at ang mamamayan nito ang tunay na may kasalanan kung bakit naghihirap ang isang bansa hindi ba? Patunay rito ay ang mga taong nabubuhay nang lampas sa kanilang kakayahan. Sila ang mga taong palaasa sa iba. Sa ganitong gawain nila, sino ang may......

Words: 1321 - Pages: 6

Free Essay

Davin

...aromatic (aromatherapy) dengan merk ease. Beberapa fungsi aromatherapy diantaranya adalah relaksasi, membuat sirkulasi darah menjadi lancar, mencegah timbulnya berbagai penyakit karena bersifat antibakteri, menetralkan ketegangan, mengurangi stres, membantu mengatur keseimbangan tubuh dan menstimulasi proses terapi. Posisi penempatan produk ease akan digantung pada area spion dalam mobil karena menurut kami posisi tersebut adalah posisi yang paling strategis untuk dapat dilihat, menarik perhatian orang lain, memperindah interior mobil, serta yang paling memungkinkan untuk tidak merusak bagian dalam mobil, hasil ini didukung dengan riset yang telah kami lakukan sebelumnya. ease juga mengangkat unsur ciri khas Indonesia yang mengacu pada kearifan local. ease terdiri dari 10 aroma : 1. Authentic Eucalyptus 2. Fresh Apple 3. Pure Green Tea 4. Soft Lavender 5. Prominent Lily 6. Frosty Mint 7. Citrus Orange 8. Luxury Rose 9. Sweet Strawberry 10. Milky Vanilla VALUE PROPOSITION 1. New Experience Value yang kami tawarkan kepada kepada user kami adalah mereka akan mendapatkan pengalaman baru ketika sedang mengemudi. Pengalaman yang didapatkan adalah pengalaman yang unik dan sehat. Dengan dilengkapi oleh berbagai macam aroma yang berasal dari continental yang berbeda-beda, ease menawarkan sensasi yang bervariasi dari setiap aroma yang di kandung dalam produk ease. 2. Newness and Natural Konsep yang kami tawarkan adalah konsep yang memiliki unsur newness dan......

Words: 3371 - Pages: 14

Free Essay

Tugas Ib 1

...komunitas lokal mendapat nketramplan baru dan bayaran yang cenderung lebih besar daripada lokal. Malah multinasonal enterprise harusnya sudah mampu memenuhi kewajibannya dengan baik karena tentu sudah berpengalaman membangun usaha di negaranya masing-masing. Misalnya Mosanto : Membangun ekonomi masyarakat sekitar pabriknya (meningkatkan kesehatan dan pendidikan), rela untuk rugi, sebelum akhirnya mulai untung puluhan tahun kedepan. B.Social: Gaji rendah, LG berusaha untuk merekrut karyawan di sekitarnya. Lingkungan : NIKE yang membuat produk yang berkesinambungan C. Unintended : COCA COLA accused depleting local water source and contaminating underground water. http://www.academia.edu/1350069/Unintended_consequences_of_business_with_4_billion_Lessons_learned_from_first_generation_BOP_strategies Dampak globalisasi dan MNE membawa dampak baik bagi para pelaku usaha maupun komunitas lokal. Menguntungkan karena: Perusahaan internasional cenderung memberi wages yang lebih besar (minimal setara UMR) Pajak yang lebih besar ( membawa dampak yang baik kepada GDP negara Resource diambil dari local society. Memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, standard hidup dan daya beli masyarakat juga dapat meningkat. Oleh adanya peningkatan tersebut, maka terdampat lebih banyak perputaran ekonomi di daerah yang bersangkutan. Masyarakat akan lebih mudah terdorong peduli dengan lingkungan dan kesehatan.Selanjutnya, MNE dan perusahaan lokal dapat......

Words: 276 - Pages: 2

Free Essay

Pedoman Pkm 2015 in Indonesia

...Umum PKM-P Merupakan program penelitian yang dimaksudkan untuk mampu menjawab berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan isu terkini, misalnya mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, pengembangan metode pembelajaran, inventarisasi atau eksplorasi sumber daya, modifikasi produk, identifikasi dan pengujian khasiat senyawa kimia bahan alam, atau merumuskan teknik pemasaran. PKM-K PKM-M PKM-T PKM-KC PKM-AI PKM-GT PKM-P juga dapat berbentuk upaya pemecahan masalah humaniora, misalnya, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara daerah di siswa sekolah dasar, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan, atau faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat daerah dan hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal. Merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya. Merupakan program penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non-formal,......

Words: 31090 - Pages: 125

Free Essay

Dzikir to Allah

...Semua hasil karya seni yang dibuat Nabi Sulaiman a.s. menunjukkan seleranya yang tinggi pada seni. Haekan Sulaeman (The Temple of Solomon), yang hanya satu dindingnya yang masih tersisa sampai hari ini di Yerusalem, tadinya adalah sebuah istana megah yang disebutkan dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baru (Injil), Al-Qur’an, serta serta banyak dokumen sejarah dan gulungan-gulungan catatan. Sebagaimana yang diceritakan Al-Qur’an, tatkala Ratu Saba masuk ke dalam istana itu, dia salah menduga lantainya sebagai sebuah kolam besar, tidak menyadari itu berlapiskan kaca. Ini betul-betul salah satu karya seni yang diciptakan dengan teknik yang luar biasa di masa itu. Setelah dia mengetahui keagungan istana itu, dia takluk kepada kearifan, karya seni, dan ketinggian ilmu Nabi Sulaiman serta menyatakan diri masuk ke dalam naungan agama yang seutuhnya benar (Islam). Kisah riwayat Nabi Sulaiman a.s. merupakan satu contoh yang sangat berkesan bagi orang beriman karena ia mengungkapkan kemampuan artistik dan estetika umat Islam. Dalam kurun waktu akhir-akhir ini, kita juga bisa menyaksikan peninggalan dari pemahaman makna seni yang amat brilian, terutama yang dipelihara oleh kekhalifahan Utsmani. Faktor paling penting di balik tingginya nilai seni kekhalifahan Utsmani adalah ilham yang diperoleh dari Al-Qur’an dan penerapan tanda-tanda tersurat tentang seni yang tertuang di dalam Kitab Suci ini. Al-Qur’an menyediakan banyak rincian dan contoh mengenai dekorasi dan......

Words: 408 - Pages: 2

Free Essay

Kasus Perbedaan Budaya Dalam Pemasaran

...langsung ke dalam bahasa lokal. Pada tahap awal ini terjemahan itu hanya dijuluki voiceovers di rumah-pasar iklan televisi diproduksi. Secara bertahap strategi ini berevolusi untuk mempekerjakan bakat-bakat lokal untuk menyediakan terjemahan langsung menggunakan tema yang sama dan dialog. Tetapi bahkan terjemahan ini bakat-bakat lokal berlari risiko yang bermasalah atau sangat memalukan. Sebagai contoh, Coca-Cola, "Coke Menambahkan Life" tema beberapa tahun lalu diterjemahkan ke pasar Cina sebagai: "Coke Membawa Leluhur Anda Kembali dari Graves mereka". Tidak sampai Coke dan McDonalds dihadapkan dengan penjualan lesu dan keuntungan di pasar luar negeri bahwa mereka diperbaiki situasi dengan mengembangkan kampanye benar-benar lokal di masing-masing pasar. Meskipun pengiklan global lebih banyak mengadopsi strategi ini, banyak masih tetap dalam "satu ukuran cocok untuk semua" kamp. Mereka mematuhi filosofi desa global bahwa kita semua memiliki selera yang sama dan perilaku. Apa yang membuat situasi Pepsi unik di Kanada pada umumnya, dan Quebec khususnya, adalah bahwa Quebec dapat dilihat sebagai negara dalam negara. Dari perspektif media, adalah pasar sendiri. Ini terpisah dari sisa berbahasa Inggris Kanada, dan dengan perpanjangan, pasar AS. Karena itulah kampanye yang menampilkan Michael Jackson yang telah berhasil menjalankan beberapa tahun lalu di seluruh dunia, dan dalam bahasa Inggris Kanada, tetapi digantikan di Quebec menggunakan selebriti lokal yang memiliki daya......

Words: 406 - Pages: 2